04 April 2012

Jas Hujan Laku Keras...

Hujan yang mengguyur Jakarta beberapa hari terakhir ini ternyata mendatangkan rejeki bagi pedagang jas hujan. Betapa tidak, penjualan jas hujan laku keras. Meningkatnya permintaan jas hujan membuat omset penjualan meningkat hingga 50 persen. Biasanya sehari hanya mampu menjual empat setel, tapi kini mencapai enam setel jas hujan. 


Pergantian musim ini memang menjadi berkah bagi pedagang jas hujan. Meski permintaan membludak, penjual jas hujan tidak latah dengan menaikkan harga. Untuk jas hujan yang berbahan tipis dilepas Rp 35 ribu sedangkan bahan yang tebal antara Rp 50 ribu-Rp 75 ribu. Biasanya, peminat jas hujan ini adalah warga Jakarta yang biasa menggunakan sepeda motor.
"Musim hujan bikin pusing,  mau ke mana-mana juga susah. Apalagi kalau nggak ada persiapan jas hujan," keluh Iwan karyawan leasing bagian penagihan, Senin (2/04). Memang hujan dapat menjadi pengganggu aktivitas. Terlebih bagi mereka yang tak memiliki persiapan dalam menghadapi musim hujan. Maka tak heran jika mantel atau jas hujan menjadi perlengkapan penting saat menghadapi hujan.

Seperti yang dialami Toko Anugerah Motor diJl Kebon Jeruk III, Jakarta Pusat. Di toko ini penjualan jas hujan naik 50 persen dibandingkan hari biasa. Bahkan Candra (34), sang pemilik toko mengaku kewalahan menghadapi permintaan para pembeli. "Untuk hari ini aja sudah ada sekitar 8 orang yang membeli jas hujan. Nggak seperti hari kemarin yang begitu sepi,"jelas Candra, Senin (2/04). Candra mengaku, sejak seminggu lalu tercatat sekitar 50 unit jas hujan dengan berbagai jenis laku terjual. Bahkan tak hanya itu, perlengkapan berkendara pengaman hujan seperti sepatu both dan perlengkapan lain tak luput dariserbuan pembeli
Pengakuan yang sama diungkapkan Harianto (40) pemilik toko aksesoris yang menjual berbagai perlengkapan berkendara termasuk jas hujan yang berada di Jl. Letjen Soeprapto, Jakarta Pusat. Menurutnya pergantian musim ini menjadi berkah.

tersendiri baginya. Banyaknya permintaan pembeli terhadap jas hujan secara tak langsung menambah pendapatannya. "Hasilnya lumayan. Untuk jas hujan sendiri keuntungan bisa mencapai 250 ribu per hari," akunya. Harianto menjelaskan di tokonya ada beberapa jenis jas hujan yang dijual. Harganya relatif tergantung dari bahan dan kaulitasnya. Jas hujan paling murah seharga Rp 35 ribu, terbuat dari bahan plastik yang tipis. Sedangkan yang banyak diminati yakni jas hujan yang harganya Rp 50 ribu-Rp 75 ribu.  Menurutnya, selain barangnya awet, saat dikenakanpun tak mudah sobek
Dunia memang adil, disaat banyak orang mengeluhkan karena kondisi hujan yang terus menerus, namun ada segelintir orang yang memperoleh rizki karena musim hujan yang tak kunjung usai.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Please, submit your comment