Hujan yang mengguyur Jakarta beberapa hari
terakhir ini ternyata mendatangkan rejeki bagi pedagang jas hujan. Betapa
tidak, penjualan jas hujan laku keras. Meningkatnya permintaan jas hujan
membuat omset penjualan meningkat hingga 50 persen. Biasanya sehari hanya mampu
menjual empat setel, tapi kini mencapai enam setel jas hujan.
Pergantian musim ini memang menjadi berkah bagi pedagang jas hujan. Meski permintaan membludak, penjual jas hujan tidak latah dengan menaikkan harga. Untuk jas hujan yang berbahan tipis dilepas Rp 35 ribu sedangkan bahan yang tebal antara Rp 50 ribu-Rp 75 ribu. Biasanya, peminat jas hujan ini adalah warga Jakarta yang biasa menggunakan sepeda motor.
"Musim hujan bikin pusing, mau ke mana-mana juga susah. Apalagi kalau nggak ada persiapan jas hujan," keluh Iwan karyawan leasing bagian penagihan, Senin (2/04). Memang hujan dapat menjadi pengganggu aktivitas. Terlebih bagi mereka yang tak memiliki persiapan dalam menghadapi musim hujan. Maka tak heran jika mantel atau jas hujan menjadi perlengkapan penting saat menghadapi hujan.
Pergantian musim ini memang menjadi berkah bagi pedagang jas hujan. Meski permintaan membludak, penjual jas hujan tidak latah dengan menaikkan harga. Untuk jas hujan yang berbahan tipis dilepas Rp 35 ribu sedangkan bahan yang tebal antara Rp 50 ribu-Rp 75 ribu. Biasanya, peminat jas hujan ini adalah warga Jakarta yang biasa menggunakan sepeda motor.
"Musim hujan bikin pusing, mau ke mana-mana juga susah. Apalagi kalau nggak ada persiapan jas hujan," keluh Iwan karyawan leasing bagian penagihan, Senin (2/04). Memang hujan dapat menjadi pengganggu aktivitas. Terlebih bagi mereka yang tak memiliki persiapan dalam menghadapi musim hujan. Maka tak heran jika mantel atau jas hujan menjadi perlengkapan penting saat menghadapi hujan.
Seperti yang dialami Toko Anugerah Motor diJl
Kebon Jeruk III, Jakarta Pusat. Di toko ini penjualan jas hujan naik 50 persen
dibandingkan hari biasa. Bahkan Candra (34), sang pemilik toko mengaku
kewalahan menghadapi permintaan para pembeli. "Untuk hari ini aja sudah
ada sekitar 8 orang yang membeli jas hujan. Nggak seperti hari kemarin yang
begitu sepi,"jelas Candra, Senin (2/04). Candra
mengaku, sejak seminggu lalu tercatat sekitar 50 unit jas hujan dengan berbagai
jenis laku terjual. Bahkan tak hanya itu, perlengkapan berkendara pengaman
hujan seperti sepatu both dan perlengkapan lain tak luput dariserbuan pembeli
Pengakuan yang sama diungkapkan Harianto (40)
pemilik toko aksesoris yang menjual berbagai perlengkapan berkendara termasuk
jas hujan yang berada di Jl. Letjen Soeprapto, Jakarta Pusat. Menurutnya
pergantian musim ini menjadi berkah.
tersendiri baginya. Banyaknya permintaan
pembeli terhadap jas hujan secara tak langsung menambah pendapatannya.
"Hasilnya lumayan. Untuk jas hujan sendiri keuntungan bisa mencapai 250
ribu per hari," akunya. Harianto menjelaskan di tokonya ada beberapa jenis
jas hujan yang dijual. Harganya relatif tergantung dari bahan dan kaulitasnya.
Jas hujan paling murah seharga Rp 35 ribu, terbuat dari bahan plastik yang
tipis. Sedangkan yang banyak diminati yakni jas hujan yang harganya Rp 50
ribu-Rp 75 ribu. Menurutnya, selain barangnya awet, saat dikenakanpun tak mudah
sobek
Dunia memang adil, disaat banyak orang mengeluhkan karena kondisi hujan yang terus menerus, namun ada segelintir orang yang memperoleh rizki karena musim hujan yang tak kunjung usai.
Dunia memang adil, disaat banyak orang mengeluhkan karena kondisi hujan yang terus menerus, namun ada segelintir orang yang memperoleh rizki karena musim hujan yang tak kunjung usai.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Please, submit your comment